Konsultan Food Safety

I. PENDAHULUAN.
Setiap saat kita mendengar terjadinya keracunan makanan sebagai akibat penanganan bahan makanan yang salah. Keracunan makanan atau yang dikenal dengan food poisoning, sering terjadi dan menimbulkan korban yang tidak sedikit. Disadari atau tidak, kejadian ini menimbulkan gangguan produktifitas kerja, dengan akibat timbulnya kerugian yang tak terbayangkan bagi perusahaan. Selain menimbulkan permasalahan kesehatan yang memakan biaya tidak sedikit, terhentinya produksi perusahaan baik karena sebagian pekerjanya sakit ataupun pekerja lain yang berhenti bekerja karena harus menolong korban, timbulnya permasalahan dari gugatan berkaitan dengan hukum dan menurunnya reputasi perusahaan, merupakan sumber kerugian lain bagi perusahaan. Untuk mencegah terjadinya hal seperti itu, maka sudah saatnya dilaksanakan usaha-usaha untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan bagi pelaksana penyaji/pengelola makanan (foodhandler) yang dalam hal ini berperan sebagai ujung tombak. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan pengetahuan akan penanganan makanan secara benar, dimulai dari penanganan bahan baku sampai kepada pengolahan dan penyajiannya. Dengan demikian akan terjadi perubahan perilaku (behaviour) kearah yang lebih higiene dan sehat. Disadari pula bahwa hal ini belum cukup. Komitmen pihak Manajemen perusahaan untuk mendukung program ini merupakan hal yang lebih penting lagi, dimana penyediaan infrastruktur yang memadai sehingga memungkinkan foodhandler bekerja dengan baik, serta menyadari pentingnya pelatihan seperti ini sebagai syarat utama dan akan sangat menunjang kearah tercapainya tujuan diatas. Tidak ketinggalan aspek medis dari foodhandler itu sendiri. Sesuai dengan peraturan-perundangan, pemantauan kesehatan dari para foodhandler harus dilaksanakan. Pemeriksaan kesehatan yang terarah sesuai dengan sifat pekerjaannya (“job-related”), diperlukan agar para penjamah makanan tersebut selalu dalam kondisi fit dan sehat, untuk mengolah makanan. Sehingga mampu menghasilkan makanan yang aman bagi pelanggan, bukannya malah menjadi sumber penularan penyakit.

II. PERATURAN DAN PERUNDANGAN YANG TERKAIT :
Adapun peraturan dan perundangan yang mendukung pelaksanaan program Keamanan Pangan (Food Safety) ini antara lain :
– SE Menaker no. SE.01/Men/1979
– Instruksi Menaker no. Ins.01/Men/1988
– SE Dirjen Binawas no. SE.86/BW/1989
– Instruksi Menaker no. Ins.03/M/BW/1999
– Kepmenkes no 907/2002 tentang Monitoring Kualitas air minum.
– Kepmenkes no. 715 tahun 2003 tentang Higiene Sanitasi Jasaboga

III. TARGET DAN TUJUAN :
Pengembangan Program Food Safety di perusahaan mempunyai target dan tujuan sebagai berikut :
3.1. Mengembangkan system Penanganan Keamanan Pangan serta Pengolahan bahan makanan yang efektif dengan personnel yang berkemampuan secara berkesinambungan;
3.2. Menyesuaikan dengan peraturan perundangan di Indonesia dalam hal Kesehatan dan Keselamatan Kerja;
3.3. Mengikuti praktek yang baik dan benar dalam bidang Kesehatan Kerja dan Hygiene Perusahaan. (Best practices)

IV. KEUNTUNGAN YANG DIDAPAT :
Dengan melaksanakan program ini, maka keuntungan yang didapat oleh Perusahaan adalah :
4.1. Quality Assurance.
Adanya jaminan kualitas bagi pelanggan bahwa makanan yang dihasilkan, dijamin aman untuk dikonsumsi.
4.2. Pengendalian terhadap salah satu faktor kritis bagi terjadinya Penyakit Bawaan Makanan.
Salah satu faktor risiko terjadinya penyakit yang ditularkan melalui makanan, bersumber dari penjamah makanan (Foodhandler) itu sendiri. Dengan dilaksanakannya pemeriksaan kesehata secara berkala terhadap mereka, maka berarti perusahaan sudah melakukan pengendalian terhadap salah satu titik kritis dari penularan itu sendiri.
4.3. Kepatuhan terhadap peraturan-perundangan Dengan melaksanakan program training serta pemeriksaan kesehatan tersebut, berarti perusahaan telah melaksanakan kewajiban sesuai dengan peraturan perundangan.
4.4. Promosi bagi perusahaan
Pelaksanaan program ini sendiri, dapat menjadi salah satu promosi yang bagus bagi perusahaan, karena pelanggan merasakan adanya keamanan.
4.5. Apresiasi bagi pekerja dan Pelanggan
Pelatihan melalui internal training serta pemeriksaan kesehatan ini,merupakan suatu penghargaan bagi karyawan, dimana perusahaan sangat memperhatikan status kesehatan serta pengembangan kemampuan mereka dalam bekerja.
4.6. Rasa aman bagi pelanggan.
Melihat semua yang telah dilakukan perusahaan, pelanggan menjadi percaya dan timbul rasa aman, karena kenyamanan dan keamanan mereka menjadi prioritas utama bagi perusahaan.

V. LINGKUP PEKERJAAN :
Adapun lingkup kegiatan dari program Food Safety yang ditawarkan dalam kerjasama ini adalah sebagai berikut :
5.1. Melaksanakan program training dalam bidang Food Safety (Keamanan Pangan) yang efektif untuk menjamin tersedianya makanan yang sehat dan aman dalam upaya mencegah timbul/meledaknya kasus keracunan makanan (food poisoning outbreak);
5.2. Membantu dalam penetapan parameter kesehatan yang diperlukan, dalam program pemeriksaan kesehatan bagi foodhandler serta memberikan evaluasi hasil pemeriksaan dimaksud.

VI. GAMBARAN RINGKAS DARI PROGRAM :
Adapun gambaran dari aktifitas pelaksanaan program Food Safety (Keamanaan Pangan) ini, adalah sebagai berikut :
6.1. Internal Training Food Safety (Keamanan Pangan) program : Program ini disini bertujuan mencegah meledaknya kasus keracunan makanan dan memastikan bahwa pengelolaan makanan ditempat kerja
berlangsung dengan benar, dan pengelolanya dalam kondisi sehat, tidak mempunyai penyakit yang dapat ditularkan kepada konsumen. Elementnya mencakup : training dalam hal personal higiene, supervisi kantin, Analisis bahaya titik kendali kritis (Hazard Analytsis Critical Control Point = HACCP), dan program kembali bekerja (Return to work program).
6.2. Pemeriksaan Kesehatan Berkala bagi Penjamah Makanan.
Dalam hal ini membantu menetapkan parameter yang sesuai (“jobrelated”) untuk pemeriksaan kesehatan berkala bagi penjamah makanan (sesuai dengan Kepmenkes 715 / 2003). Sekaligus memberikan rekomendasi (bila diperlukan) provider yang cakap untuk melaksanakan pemeriksaan dimaksud.
6.3. Pelatihan Internal Audit bagi para Supervisor :
Meningkatkan pengetahuan serta keterampilan Supervisor pengolahan makanan dalam melaksanakan, mengevaluasi serta mengkomunikasikan audit internal dalam bidang Keamanan pangan (Food Safety), sebagai alat manajemen dalam membuat program ini berkesinambungan / berkelanjutan.

VII. QUALITY ASSURANCE.
Perencanaan training dapat dikembangkan, disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Bahan/materi sesuai permintaan, dan aturan perundangan yang berlaku serta disesuaikan dengan tujuan untuk mencapai praktek-praktek yang terbaik (best practices).

VIII. PENUTUP.
Demikianlah proposal yang kami ajukan, dalam rencana mengambangkan program Keamanan Pangan (Food Safety) di perusahaan.

Untuk informasi lebih lanjut dapat mengisi form dibawah ini atau menghubungi tim konsultan kami di 021 – 71281114 (Dyah)

INFORMASI & REGISTRASI
PT. Phitagoras Global Duta Ruko Golden Boulevard Blok Q no 19, Jl. Pahlawan Seribu – BSD City Serpong, Tangerang Selatan 15322 Telp : 021 – 71281114 (Dyah) Fax : 021 53161424, Email: info@phitagoras.co.id

Sertifikasi SAI Global Sertifikat Ohsas
  1. Pre Registration Form (Pendaftaran Awal Training)
  2. (required)
  3. (required)
  4. (valid email required)
  5. Pendaftaran Resmi Harus Mengisi Form Pendaftaran Training
  6. Please read our privacy policy :
 

Training Ahli K3 Umum

Leave a Reply