Pengembangan Program Kesehatan Kerja

I. PENDAHULUAN.
Bidang industri dan manufacture merupakan bidang yang banyak memberikan kesempatan kerja kepada rakyat. Namun bukan rahasia lagi bahwa semakin tinggi teknologi yang digunakan, semakin besar pula risiko yang timbul dari pekerjaan tersebut, yang harus di hadapi para pekerja. Karena itu pula, peraturan perundangan mewajibkan kepada pihak pengusaha untuk melaksanakan program-program perlindungan terhadap pihak pekerja, yang mana program tersebut tercakup dalam kegiatan Kesehatan Kerja dan Higiene Industri (Occupational Health and Industrial Hygiene) yang mengacu kepada hubungan timbal balik antara pekerjaan dan kesehatan kerja.

ILO / WHO mendefinisikan kesehatan kerja tersebut sebagai suatu usaha promosi dan pemeliharaan kesehatan fisik dan mental serta kesejahteraan pekerja setinggi-tingginya, dengan penekanan kepada pencegahan dari penyakit akibat kerja serta promosi kesehatan pekerja.

II. PERATURAN DAN PERUNDANGAN YANG TERKAIT :
- UU no. 1/1970: Keselamatan Kerja.
- Kepmenaker 02/1980 tentang Pemeriksaan Kesehatan;
- Kepmenaker 03/1982 tentang Pelayanan Kesehatan Kerja;
- SE 01/Men/1997 tentang Nilai ambang batas bahan Kimia;
- Kepmenaker 051/1999 tentang Nilai ambang batas faktor Fisik;
- Keppres no 22, 1993 tentang Penyakit Akibat Kerja;
- Permenakertrans 04/1987 tentang P2K3;
- UU no 23/92 tentang Pokok Kesehatan (psl. 23 dalam Kesehatan Kerja);
- UU no 3/92 tentang Asuransi Kesehatan (Jamsostek)
- UU no 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
- P.P. no 23/2000 tentang Radiasi mengion;
- Kepmenkes no 907/2002 tentang Monitoring Kualitas air minum.
- Kepmenkes no. 715 tahun 2003 tentang Higiene Sanitasi Jasaboga

III. TARGET DAN TUJUAN :
Pengembangan kesehatan kerja di perusahaan mempunyai target dan tujuan sebagai berikut :
3.1. Membentuk system manajemen Kesehatan Kerja yang efektif dengan personnel yang berkemampuan serta berkesinambungan;
3.2. Menyesuaikan dengan peraturan perundangan di Indonesia dalam hal Kesehatan dan Keselamatan Kerja;
3.3. Mengikuti praktek yang baik dan benar dalam bidang Kesehatan Kerja dan Hygiene Perusahaan.

IV. LINGKUP PEKERJAAN :
Adapun lingkup kegiatan dari Kesehatan Kerja adalah sebagai berikut :
4.1. Membentuk/membangun system manajemen Kesehatan Kerja yang efektif serta berkesinambungan;
4.2. Melaksanakan penilaian (assessmen) terhadap risiko gangguan bagi kesehatan, termasuk identifikasi, komunikasi dan control terhadap hal hal yang berpotensi membahayakan kesehatan, baik faktor fisik, kimia,
biologis dan ergonomic;
4.3. Menyiapkan rencana system tanggap darurat yang tangguh dan efektif di lokasi kerja;
4.4. Melaksanakan Health Surveillance dalam kaitan dengan identifikasi, analisa serta sistem pelaporan dari kasus penyakit yang timbul akibat kerja;
4.5. Melaksanakan Promosi Kesehatan baik untuk pekerja maupun keluarganya dengan tujuan untuk meningkatkan produktifitas kerja dan menurunkan angka absenteeism;
4.6. Melaksanakan program Food Safety (Keamanan Pangan) yang efektif untuk menjamin tersedianya makanan yang sehat dan aman dalam upaya mencegah timbul/meledaknya kasus keracunan makanan (food
poisoning outbreak);
4.7. Menyusun program “drug and alcohol” dengan tujuan meningkatkan kesadaran pekerja dan membantu pekerja dalam mengatasi kesulitan dalam hidup mereka;
4.8. Menyusun program praktis dalam ergonomics yang bertujuan memperbaiki produktifitas, kenyamanan dalam bekerja serta mencegah timbulnya penyakit otot rangka (musculo-sceletal diseases) akibat kerja;
4.9. Membangun suatu system pencatatan dan pelaporan (recording and reporting) dalam menata data dan informasi berkenaan dengan Kesehatan Kerja;
4.10. Menyusun program sanitasi lingkungan, termasuk sanitasi air, penanganan limbah domestic (domestic waste management) dan pest control.
4.11. Membina kemampuan petugas Kesehatan Kerja sebagai seorang internal auditor yang menjamin kelangsungan program ini;
4.12.  Mereview program kesehatan kerja untuk seluruh lapangan kerja yang ada.
4.13. Memberikan masukkan bagi perusahaan dalam kaitan dengan peraturan perundangan tentang Kesehatan Kerja yang ada.

V. GAMBARAN RINGKAS DARI MASING-MASING PROGRAM :
Adapun gambaran dari aktifitas masing-masing program yang akan diimplementasikan, adalah sebagai berikut :
5.1. Occupational Health Management System Development: Mengembangkan policy perusahaan yang menyeluruh dalam hal Kesehatan Kerja, Safety dan Lingkungan dengan target yang jelas dan dapat dipertanggung jawabkan. Disamping itu, juga bertujuan membina petugas Kesehatan Kerja yang mampu menjalankan program Kesehatan Kerja di lapangan. Sasarannya mencakup policy mengenai HSE (Health, Safety and Environment), perencanaan mengenai Kesehatan Kerja dan internal review terhadap pelaksanaan program Kesehatan Kerja.
5.2. Health Risk Assessment:
Mencakup identifikasi, evaluasi, komunikasi dan kontrol terhadap hal-hal yang berpotensi membahayakan kesehatan pekerja, dalam kaitannya dengan faktor fisik, kimiawi, biologis dan ergonomic. Sasaran mencakup :
- Database tentang pajanan kebisingan (noise);
- Database tentang getaran (vibration);
- Database tentang tingkat pajanan radiasi (radiation);
- Inventarisasi bahan-bahan kimia (chemical inventory);
- Tingkat pajanan terhadap logam berat (heavy metals) dalam gas pengelasan (welding fumes);
- Tingkat illuminasi (Illumination levels);
- Program konservasi (perlindungan) pendengaran (Hearing conservation program);
- COSHH (Control of Substances Hazardous to Health) program.
5.3. Medical Emergency Response Plan:
Membangun kemampuan dari “basic and advance life support “ untuk kecelakaan kerja yang berkaitan kecelakaan kerja serta men-stabilkan penderita / korban sebelum dirujuk. Hal ini berkaitan dengan meningkatkan kemampuan dalam hal ATLS / BTLS, system pertolongan pertama (First Aid System), klinik dilokasi kerja, rujukan emergency dan bantuan transportasi (Ambulance).

5.4. Health Surveillance:
Mengembangkan upaya kesehatan yang “job-related” termasuk tata cara Pemeriksaan Kesehatan, follow up, dan “fitness certification”. Analisa yang dalam dari data kesehatan dan higiene termasuk : data klinik, in/out patients, pemeriksaan kesehatan dan angka absensi karena sakit (Medical absenteeism). Screening dan reporting dari Penyakit akibat Kerja (Work Related Diseases) termasuk disini.

5.5. Health Promotion program:
Program promosi kesehatan (Health promotion program) bertujuan meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.
Program disini mencakup :
- Hygiene perorangan,
- Larangan / mengurangi merokok (smoking cessation),
- Physical fitness,
- Pengelolaan stress kerja,
- Diet yang sehat,
- Dan lain sebagainya.

5.6. Food Safety (Keamanan Pangan) program :
Program ini disini bertujuan mencegah meledaknya kasus keracunan makanan dan memastikan bahwa pengelolaan makanan ditempat kerja berlangsung dengan benar, dan pengelolanya dalam kondisi sehat, tidak mempunyai penyakit yang dapat ditularkan kepada konsumen. Elementnya mencakup : training dalam hal personal higiene, supervisi kantin, Analisis bahaya titik kendali kritis (Hazard Analytsis Critical Control Point = HACCP), dan program kembali bekerja (Return to work program).

5.7. Drug and Alcohol program:
Program ini bertujuan memberikan bantuan terhadap karyawan yang mendapat permasalahan dalam hidupnya, meningkatkan kewaspadaan akan bahaya obat terlarang dan alkohol, sekaligus melakukan test terhadap obat obat terlarang (bila memungkinkan) dan menginterpretasikannya.

5.8. Ergonomics program:
Program ini bertujuan meningkatkan kenyamanan, produktifitas mencegah terjadinya penyakit otot rangka (musculoskeletal diseases). Targetnya mencakup pengetahuan, praktek prinsip-prinsip ergonomic yang sederhana, ergonomic hit-list, penangannya serta survey Singkat (Brief survey).

5.9. Occupational Health Data and Information:
Dalam program ini disiapkan data base atas pajanan serta dampak kesehatannya, pencatatan dan pelaporan dari penyakit yang timbul akibat kerja (Work related Diseases).

5.10. Ocupational Health (OH) Internal Audit:
Meningkatkan pengetahuan serta keterampilan dari HSE officers, dalam melaksanakan, mengevaluasi serta mengkomunikasikan audit internal dalam bidang Occupational Health (kesehatan Kerja), sebagai alat manajemen dalam membuat program ini berkesinambungan / berkelanjutan.

5.11. Program review :
Melakukan reiew program Occupational Health di lokasi kerja, serta melaporkan hasilnya kepada manajemen.

VI. CONSULTANT SERVICES.
6.1. Training intern (In house training);
6.2. Mengembangkan Policy dari Occupational Health (Kesehatan Kerja), menyangkut standards, procedures dan pedoman;
6.3. Melakukan review perkembangan OH Program serta memberikan masukan (feed back) kepada manajemen.;
6.4. Ad hoc consultations dan information.

VII. QUALITY ASSURANCE.
Perencanaan dapat dikembangkan, disesuaikan dengan kebutuhan nyata di Perusahaan. Perkembangan akan dilaporkan secara periodik kepada manajemen. Bahan/materi sesuai permintaan, dan aturan perundangan yang berlaku serta disesuaikan dengan tujuan untuk mencapai praktek-praktek yang terbaik (best practices).

VIII. PENUTUP.
Demikianlah proposal program pengembangan Kesehatan Kerja (Occupational Health) di Perusahaan.

FAQ ( Frequently Asked Question)

Silahkan klik link ini atau link Frequently Ask Question untuk mengetahui pertanyaan – pertanyaan yang sering dilontarkan seputar Training yang kami selenggarakan.

Untuk informasi lebih lanjut dapat mengisi form dibawah ini atau menghubungi tim konsultan kami di 021 – 71281114 (Dyah)

INFORMASI & REGISTRASI
PT. Phitagoras Global Duta Ruko Golden Boulevard Blok Q no 19, Jl. Pahlawan Seribu – BSD City Serpong, Tangerang Selatan 15322 Telp : 021 – 71281114 (Dyah) Fax : 021 53161424, Email: info@phitagoras.co.id

Sertifikasi SAI Global Sertifikat Ohsas
  1. Pre Registration Form (Pendaftaran Awal Training)
  2. (required)
  3. (required)
  4. (valid email required)
  5. Captcha
  6. Pendaftaran Resmi Harus Mengisi Form Pendaftaran Training
  7. Please read our privacy policy :
 

Training Ahli K3 Umum

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

Please read our privacy policy